Selasa, 27 Juni 2017 

Profil Entitas Kabupaten Raja Ampat

 

LOGO RAJA AMPATSejarah
Pemerintah Tradisional di Wilayah Kabupaten Sorong awal mula dibentuk oleh Sultan Tidore guna perluasan wilayah kesultanan dengan diangkat 4 (empat) orang raja yang disebut “Kalano Muraha” atau “Raja Ampat”. Keempat raja diangkat sesuai dengan 4 (empat) pulau tersebar dari gugusan pulau-pulau dengan wilayah kekuasaan adalah sebagai berikut:
1. Raja Fun Gering menjadi Raja di Pulau Waigeo
2. Raja Fun Malaba menjadi Raja di Pulau Salawati
3. Raja Fun Mastarai menjadi Raja di Pulau Waigama
4. Raja Fun Malanso menjadi Raja di Lilinta Pulau Misool
Melihat rentetan sejarah seperti tersebut di atas, maka Nampak jelas terbukti bahwa Daerah Irian Jaya khususnya Kabupaten Sorong sejak dahulu telah mempunyai hubungan dengan Daerah Indonesia lainnya. Nampak pula Semboyan Bhineka Tunggal Ika tercermin bagi Penduduk Kabupaten Sorong khusunya di Kepulauan Raja Ampat.
Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Papua Barat. Daerah ini merupakan pemekaran yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2002 dengan ibukota di Waisai. Kabupaten Raja Ampat terdiri dari 11 distrik yang meliputi 85 kampung di area seluas 6.084,5 km2. Jumlah penduduk sebanyak 40.192 jiwa (sumber website Papua Barat). Kabupaten Raja Ampat dipimpin oleh Bupati Drs.Markus Wanma, M.Si dan Wakil Bupati Drs. H. Indah Arfan untuk periode tahun 2005 – 2010.

Geografis
Wilayah Kabupaten Kepulauan Raja Ampat yang ditaburi mozaik 610 pulau-pulau kecil dengan panjang garis pantai 753 km, merupakan bagian terpenting dari ekosistem kepulauan nusantara yang sangat kaya dan beragam di wilayah Kepala Burung, Provinsi Papua Barat, dengan Pulau Fani yang berada pada ujung paling utara dari untaian pulau-pulau kecil yang merajut kepulauan Raja Ampat berbatasan langsung dengan Republik Federal Palau. Secara geografis kepulauan Raja Ampat terletak di bibir Pasifik antara 2°25’Lintang Utara – 4°25’Lintang Selatan dan 130° – 132°55’ Bujur Timur, dengan luas wilayah sebesar 46.108 Km2 yang didominasi oleh sekitar 89% wilayah lautan.
Secara administrasi wilayah Kabupaten Raja Ampat terbagi ke dalam 10 distrik (Kepulauan Ayau, Waigeo Utara, Waigeo Selatan, Waigeo Barat, Samate, Misool Timur Selatan, Misool, Kofiau, Waigeo Timur dan Teluk Mayalibit), 86 kampung dan 4 dusun, dengan dibatasi oleh:

Sebelah Utara
:
Republik Federal Palau
Sebelah Selatan : Kabupaten Seram Bagian Utara, Provinsi Maluku.
Sebelah Barat : Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara
Sebelah Timur : Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat
Potensi Wilayah
Berdasarkan potensi masing-masing distrik, pemerintah kabupaten merencanakan pengembangan wilayah untuk empat sektor, yaitu
Perkebunan
Dengan komoditas utama kelapa dalam dan kelapa sawit akan dipusatkan di Pulau Pam, Kofiau, dan Salawati.
Pertambangan
Dipusatkan di Pulau Salawati (batubara dan migas); Waigeo dan Gag (Nikel); Batanta dan Misool (Emas dan bahan baku semen).
Perikanan
Kepulauan Ayau, Waigeo, Batanta, Salawati, dan Kofiau.
Pariwisata
Terutama wisata bahari, akan dikembangkan di Pulau Kofiau, Misool, Waigeo Selatan dan Barat, serta Kepulauan Ayau.
Kabupaten Raja Ampat merupakan daerah yang paling potensial dijadikan daerah tujuan wisata alam maupun wisata bahari. Hal ini dikarenakan daerah ini memiliki kekayaan hayati berupa keberagaman hayati ikan yang mencapai 1.150 jenis ikan laut. Selain itu, pesona bawah laut dengan aneka jenis terumbu karang yang jauh lebih banyak dan tidak terdapat di daerah lain seperti Lautan India Barat, pesisir Srilangka, India, Pakistan, Karibia, maupun daerah lain di dunia. Keberadaan flora tropic yang belum pernah ditemukan dapat kita peroleh di pulau-pulau seperti Pulau Salawati dan Batanta.

Waewo Resort Distrik Waigeo Selatan

Manswar (Papua Diving)

Sumber www.rajaampatkab.go.id

Kekayaan Laut Kab Raja Ampat “finalis lomba foto 2006 (Kategori Wide Angle)” sumber www.rajaamapatkab.go.id

Feeding Fish, Distrik Meos Mansar Kampung Sauandarek

Transportasi
Kabupaten Sorong saat ini hanya dapat dijangkau melalui udara dan laut ke Kota Sorong untuk kemudian dilanjutkan dengan jalan laut. Gerbang utama kabupaten ini adalah Waisai.
Layanan penerbangan dari Manokwari ke Bandar Udara Domine Eduardo Osok di Kota Soong tersedia hampir setiap hari dalam seminggu dengan waktu tempuh sekitar 35 menit. Perjalanan dari Kota Sorong (Bandara maupun Dermaga) ke Ibukota Kabupaten Waisai dengan Kapal Raja Ampat 3 dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam atau dengan kapal cepat Mega Express 2-3 jam.